Nama Helvy Tiana Rosa
dalam dunia literasi mungkin tidak asing lagi di Indonesia. Namun, bagaimana
dalam dunia perfilman?
Film Ketika Mas Gagah
Pergi, sebagai awal menapaki jalan perfilman, mungkin membuat sebagian orang
bertanya-tanya. “Orang baru di dunia film, tapi filmnya udah banyak yang
nonton. Sebagus apa sih filmnya?”
Jika ada yang bertanya
demikian, segeralah tuntaskan penasaran-penasaran itu. Sebab, kalau tidak
bagus, tidak mungkin saya menonton dua kali. Film ini sarat akan nilai. Ia
bagaikan hujan yang jatuh pada kegersangan tanah. Bagai pohon mangrove yang
menahan ombak. Ia mengokohkan keimanan, membangkitkan hati nurani, dan
menyadarkan kita akan pentingnya dakwah.
